Juwita benar-benar sudah gila dengan berani menantang Revan dan Erika padahal dia sendiri sudah merasakan sendiri akibatnya menyubit saraf emosi pasangan suami istri itu. Entah tidak tahu atau lupa kalau Erika dibesarkan dalam keluarga spek mafia, tentu saja perempuan itu memiliki dasar bela diri. Pikirnya Erika disukai orang-orang terdekatnya karena sifat lembut seperti perempuan lembek yang harus dilindungi. Yang dia tidak tahu justru Revan jatuh cinta pada Erika karena sikap apa adanya, tidak menutupi perasaannya bahkan lebih berani jadi pemberontak jika apa yang dialaminya tidak benar. Bukan hanya cantik, Erika tidak munafik, tahu menempatkan diri juga pintar dan ini yang menjadikannya sempurna di mata Revan. Juwita kembali ke rumah peninggalan orang tua angkatnya dengan keadaan marah

