Mana pernah menduga kalau sikap keras kepalaku malah jadi malapetaka yang membuatku terjerat percintaan panas dengan Revan semalam. Benar-benar untung banyak si Revan karena aku malah menyodorkan diri memohon untuk mereguk manis madu di dalam kamar apartemen miliknya. Sebenarnya Sion menjaga dibelakangku tapi aku berkeras ingin masuk ke area tengah dimana orang-orang sedang berdansa. Aku hanya ingin merasakan euforia ditengah keramaian lantai dansa sekaligus ingin melihat dari dekat tempat dj memainkan kehebatan tangannya menciptakan lagu biasa menjadi musik yang membuat orang-orang melompat, menggerakkan tubuhnya mengikuti irama debaman dan hentakkan lagu. Tiba-tiba saja ada yang menarik tanganku keluar dari kerumunan. Suara Sion memanggilku pun masih terdengar hanya saja ketika menoleh

