"Bude Darmi ini sudah seperti keluarga buat kita. Sama Revan juga dekat, waktu kecil susah cari pengasuh tapi sama Bude langsung nempel." Pandangan Bude terus menatap sendu Erika, bibirnya seolah ingin bicara tapi tidak mampu hanya sampai ujung lidahnya saja. Mendengarkan ucapan majikannya, Bude hanya mengangguk saja. "Dari cara Bude bicara dan menatap saja saya sudah merasa dekat dan tahu Bude orangnya tulus." "Masak yuk biar cepat selesai." Melihat betapa cekatannya Erika memotong dan mengetahui macam-macam bumbu dapur juga membiarkannya mengolah sendiri menu makan malam menerbitkan senyuman Sabrina juga Bude Darmi sepanjang kegiatan memasak mereka. "Belajar masak sama Mama?" Erika menggeleng. "Di rumah kadang aku suka bantu mbak rumah masak. Dipikir-pikir lagi mestinya aku ambi

