Tubuh sintal yang meringkuk di bawah selimut tebal, menggeliat dan membelakangi sinar surya, yang kala itu menerobos lewat jendela. Matanya masih enggan membuka, mungkin alam lena terlalu indah untuk ditinggalkan. Namun, hal itu tak berlangsung lama. Aroma sedap rendang yang menyeruak kuat di hidung, memaksanya kembali ke alam nyata. Perlahan ia mengerjap dan sesekali pula menguap. Lantas mengusap-usap wajah dengan kedua tangannya. Pertama kali menatap, sosok rupawan bak malaikat yang menjelma di hadapannya. Siapa lagi kalau bukan sang suami, Karendra Mahardika. Lelaki itu sedang tersenyum manis. Memamirkan gigi putih nan rapi yang menghiasi wajah segarnya. "Selamat pagi, Ara." Rendra menyapa sembari duduk di samping Ciara. "Pagi, Kak," jawab Ciara dengan suara yang masih serak. Rendr

