Tepat pukul 01.00 dini hari, Dion menghentikan mobilnya di halaman rumah sakit. Suasana senyap dan hening, hanya ada dua satpam yang berjaga di sana. Namun, sesaat kemudian dua perawat menghampiri mereka sambil membawa brankar. Juga ada Dokter Airin yang turut mendekat. Rendra memang meneleponnya selagi dalam perjalanan. "Dokter, tolong istri saya, Dokter. Dia kesakitan." Rendra berkata sembari membaringkan tubuh Ciara ke atas brankar. "Tenang, Pak, jangan terlalu panik. Kontraksi sebelum melahirkan memang seperti ini," jawab Dokter Airin. Ia melangkah cepat, mengikuti dua perawat yang membawa Ciara. "Sabar ya, Nak. Tahan sakitnya, ini adalah perjuangan kita sebagai seorang wanita. Kamu pasti bisa, Ara," kata Renata menenangkan anaknya. "Sakit, Ma," bisik Ciara. Suaranya nyaris tak te

