EVELYN saat ini tengah duduk di meja makan sambil memandangi Louis yang sedang memasak. Ia tadi di gendong oleh Louis dari kamar ke ruang makan karena ia tidak bisa berjalan berkat rasa sakit di bagian bawah tubuhnya. Evelyn bisa melihat jelas rasa bersalah yang terpancar dari mata Louis saat melihatnya kesakitan. Lelaki itu begitu peduli padanya. Semua perlakuan Louis membuat Evelyn nyaman dan semakin jatuh lebih dalam ke pesona lelaki itu. Louis memindahkan nasi goreng ya sudah ia masak dan membawanya ke hadapan istrinya. Ia meringis saat melihat Evelyn yang tak bisa berjalan karena ulahnya semalam. Apa ia terlalu keras semalam? Apa ia terlalu kasar pada Evelyn? Semua pikiran buruk menghantui Louis, ia merasa semua ini adalah salahnya dan ia merasa tak enak dengan Evelyn, meskipun ia

