Selamat membaca guys! Kalau kalian suka, bisa bantu share cerita ini ya! Thank you! ^ *** “Hiks hiks hiks.” “Hei? Kamu kenapa?” tanya Luke. Memasuki kamar Gisel tanpa ijin darinya. Dia mendengar tangisan Gisel ketika melewati depan kamar tersebut. “Tutup pintunya,” isak Gisel. Malu bila terdengar orang rumah. “A-aku nggak tahan di sini. Aku ingin pulang. Tidak bebas kalau ke mana-mana harus diikutin. Kadang ditanya sama wartawan juga. Nggak mau huaaa. Padahal aku bukan siapa-siapa di sini.” Bukannya menenangkan Gisel tetapi malah Luke terkekeh kecil. “Memangnya ditanya wartawan apa?!” “Me-mereka tanya kapan kita nikah?! Kan aku cuma pacar bohongan huaaa!” Rintihan Gisel malah semakin menjadi kali ini. Luke memegang kedua pipi wanita yang menangis sambil berdiri itu dengan telapak ta

