Chapter 28

1072 Words

Dengan setengah berlari, Atayya menghampiri Regan yang sudah berjalan cukup jauh dari tempat ia memarkirkan mobilnya. “Kenapa ikut keluar?” tanya Regan tanpa menoleh ke belakangnya, yang mana ia tahu bahwa ada Atayya di sana. “Takutnya kalau Pak Regan tiba-tiba nyebur ke sana,” sahut Atayya. “Mobil gua, lo tinggal nyala gitu aja?” tanya Regan lagi. Atayya pun menyerahkan kunci mobil milik Regan yang sudah ia cabut tadi. Regan mengernyitkan dahinya “Lo bisa?” tanyanya dengan heran. “Nyetir juga bisa,” sahut Atayya, lalu ia duduk di sebuah kursi panjang yang ada di sana. Regan yang penasaran, ia pun ikut duduk di samping Atayya dan melanjutkan pertanyaannya. “Bagaimana caranya?” “Aku pernah belajar sama teman-teman SMA-ku dulu.” “Ternyata elo bisa bandel juga.” “Jadi, b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD