Chapter 24

1012 Words

Sesaat setelah sang Mama menelfon, Rena mendapat panggilan dari sang kakak laki-laki untuk segera menghadapnya. “Tunggu sebentar, Ya. Jangan pulang dulu,” ucap Rena sebelum ia pergi. “Iyaaa,” sahut Atayya dengan singkat. Sesampainya Rena di ruang kerja Regan, Regan langsung mengintrogasi dirinya. “Seharusnya lo lihat situasi, Na. Dulu elo sudah membuat pekerjaan Atayya terganggu dan sekarang elo membuat dia risih – dengan elo menyuruh dia untuk bicara sama Mama lewat telfon.” “Aku enggak mau kalau Atayya menjadi orang lain di sini. Seharusnya, karyawan Abang tuh yang tau diri. Selalu mau ikut campur urusan orang lain.” “Meski gua tahu kalau Atayya selalu bisa menghadapi orang-orang yang negatif, tapi dia juga enggak mau terus-menerus berada di posisi itu, Na. Kita boleh bersika

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD