DUAPULUH TUJUH

1422 Words

... Gue sama sekali gak nyangka Lili akan datang ke rumah gue. Dia tau rumah gue dari mana coba? Lili masuk ke dalam rumah gue dengan angkuhnya. Matanya menyapu seluruh sudut rumah gue yang gak terlalu besar ini dan sedetik kemudian senyum sinisnya merekah. "Duduk, Li," ucap gue tapi malah mendapat cibiran darinya. "Gue berdiri aja. Lagian gue gak bisa jamin badan gue gatal-gatal atau gak habis duduk di kursi sofa lo itu." Gue beristighfar dalam hati dan mencoba sabar. Lili berdiri sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya. "Jadi gimana? Lo mundur?" Gue mengernyit bingung. Dia ngomong apaan gue sama sekali gak nyambung. "Mundur apanya, Li?" tanya gue pelan. "Mundur ngejar cintanya Bian-lah," sengitnya. "Apa gue bilang, Bian itu gak cinta sama lo. Dia tuh hatinya cuman buat gue

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD