Ada garis yang bisa menyatu meski kita tak tahu. Ada luka yang tanpa goresan namun sakitnya tak bisa dijelaskan. Ada usaha yang akan kita korbankan, namun terhenti karena tak kunjung bearti. Luka, sakit dan rasa cinta, semuanya bersatu, menjadi sia-sia tanpa sisa. *** Karin segera menghapus sisa-sisa air matanya ketika pintu dikamar berulang kali terketuk. Secepat kilat Karin berlari keambang pintu, membuka slot pintu itu perlahan dan menemukan Tante-nya disana. "Karin sudah makan?" Tante Sisca bertanya penasaran, ada kekhawatiran diwajah-nya. "Iya udah tante, tadi sebelum tante datang sama Om, Karin udah makan," jelasnya berbohong. Sebenarnya ia belum menyentuh apapun sejak tadi siang. Karin bukan menyakiti dirinya sendiri, tapi ia selalu merasa sedih untuk hal-

