Bukan seberapa ingin menghancurkan ketulusannya. Hanya tak mudah mengungkapkan isinya. Karenanya begitu sesak yang tengah bergemuruh didadanya, ketika tenangnya bahkan tak pernah pindah. *** Koridor SMA Alaska tengah ramai dengan teriakan dan jeritan seluruh siswanya. Bukan karena para pemain basket tengah menshooting berpuluh-puluh bola, bukan juga karena para pemain futsal tengah berlari kelelahan menepis keringat didahinya. Melainkan karena perkelahian seorang Rakalarix disekolah ini. Bukannya membantu menyelesaikan kejadian itu, sebagian siswa malah sibuk menyuarakan kekaguman mereka kepada sang pentolan tersebut. Raka bisa saja mematahkan leher seseorang yang saat ini sudah terbaring tak berdaya dilantai, setelah menahan emosinya selama tiga hari semenjak kedatangan Papa

