Dia berbeda. Sekalinya bukan itu tujuan sebenarnya. Dia mengalun indah, ketika tidak pernah diimpikan. Karenanya, keseharian sebegitu ingin dilalui tergesa. Pada gadis yang tiba-tiba berporos disekitar-nya. *** "Lo mau kemana Ka?" tegur Aska ketika Raka terlihat buru-buru ingin pergi. "Jemput Karin." jelasnya seraya berlalu, berhenti sebentar untuk mengambil jacket denim-nya seraya melangkah cepat, tidak menghiraukan seruan teman-temannya. Raka menderu laju ninjanya, lebih laju daripada mendengar seluruh teman-temannya berkelahi. Karena Karin bahkan jauh lebih bearti dari semua itu. Tanpa mempedulikan pekatnya malam, dia membiarkan angin sejuk menerpa. Dalam balutan jeans denim-nya, otak Raka sibuk memikirkan sang gadis yang baru saja berbicara melantur itu. Seorang gadis ya

