12.5

1415 Words

"Oh ya, kamu mau beli dulu kado buat si kembar?" "Gak kayanya, Ma. Nanti aja. Uang Chandra abis soalnya," ujar Chandra jujur. Ayu menggelengkan kepala tak paham, Chandra memang anak yang kadang selalu jujur tapi di waktu-waktu yang salah. Seperti sekarang misalnya. Bukankah seharusnya Chandra menjaga image? Apalagi sekarang ada Revano di depan sana. "Saya sudah membelikan kado. Ada dua. Kamu boleh mengambilnya." "Isinya apa?" Tanya Chandra. "Nggak! Mending gak usah bawa kado daripada dari dia!" Tolak Ayu keras. "Kado kotak biru sepasang baju. Ada dua baju. Kado kotak hijau dua pasang sepatu." "Gak ada yang isinya panci stainless steel?" Tanya Chandra tak jelas. "Untuk apa?" "Ya, Riana pasti lebih perlu itu daripada baju atau sepatu buat si kembar." Revano tertawa kecil. Ay

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD