14.5

1304 Words

"Sudah sampai, Sayang." Chandra memukul pelan pundak Revano sebelum turun perlahan. Tangannya yang memegang plastik digenggam tangan Revano. Membuatnya bisa turun dengan aman. "Mas jangan ngomong gitu di depan yang lain, ya!" Peringat Chandra. "Lho? Kenapa? Gak papa, dong." Mata Chandra membulat horor. "Iya, iya. Gak akan manggil sayang-sayang." "Awas aja!" "Nggih, Kanjeng Ratu." Chandra menarik kunci motor dan berlalu pergi. Rumahnya sudah penuh oleh keluarga Revano yang sepertinya baru saja datang. Mata Chandra meneliti seluruh ruangan. Tanda-tanda kehebohan Ayu tidak terdeteksi. Di mana Mama dan Papanya? Sekali lagi Chandra melihat sekitar. Benar, Ayu dan Braga tidak ada di sini. "Mbak, Mama di mana?" Tanya Chandra pada saudara Ayu yang sedang menyambut Kakak-Kakak Revano.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD