Tok. Tok. Tok. "Bentar!" Teriak Chandra. Perempuan yang tengah mengancingkan kemejanya itu melangkah cepat menuju pintu utama. Matanya menatap sekitar terlebih dahulu. Sepertinya orang rumah sudah pergi sedari pagi. Nunik yang sedang pergi untuk mengerjakan tugas kelompok, lalu bude yang pergi menenun, serta pakde yang berangkat ke sawah membuat Chandra sendirian di rumah. Sebelum membuka pintu, Chandra sempatkan menjempit sebagian rambutnya menggunakan jepitan. "Ya? Ada aㅡ" Grep. Mata Chandra membulat. Wanita muda itu tersentak merasakan pelukan hangat yang tiba-tiba datang padanya. Belum lagi suara tangisan yang ada di lehernya. Membuat mata Chandra ikut memanas dan mengeluarkan laharnya. Degup jantung Chandra meningkat seiring isak tangis yang kian membesar. "Kamu mau jadi anak

