Suara alarm pagi yang terdengar dari samping ranjang, membuat sosok lelaki yang terlelap itu mengerang kesal. Tangannya meraba nakas sebelum akhirnya melenguh panjang dengan tangan yang ke terangkat ke atas. Gorden di depan sana terbuka secara otomatis saat ia bangun dari tempat tidurnya. Matanya yang masih sayu itu menatap jam dinding. Pukul setengah lima pagi. Masih terlalu pagi untuk ukuran dirinya yang selalu jadi pemalas di hari libur. Kaos yang berada di lantai, segera ia ambil lalu mengenakannya dengan cepat. Meregangkan ototnya yang terasa kaku sebelum akhirnya melangkah pergi menuju kamar mandi. Tapi baru selangkah ia memasuki kamar mandi, ketukan di pintu kamarnya membuat lelaki itu mengerang sebal. "Sebentar!" Teriaknya saat ketukan itu semakin keras. Dengan langkah gontai, i

