Bab 46

1261 Words

Hari Terbuka Minggu pagi yang cerah. Spanduk putih dengan tulisan biru besar terbentang di gerbang: > HARI TERBUKA – RUMAH LIA Datang. Lihat. Dengarkan. Rasakan. Warga mulai berdatangan. Beberapa datang karena penasaran. Beberapa karena mencurigai. Sisanya—media, influencer, hingga perwakilan kementerian sosial—datang dengan pertanyaan tak terucap di kepala: Apakah benar tempat ini masih pantas berdiri? Saras berdiri di pintu depan menyambut para tamu. Toni mendampingi wartawan. Rafael duduk di kursi roda di panggung kecil yang disiapkan. Davin? Ia berdiri di belakang anak-anak, tak mencoba mencuri panggung. ** Sesi Dialog Acara dimulai dengan pembacaan puisi dari Reza. Lalu tarian kecil dari Keyla dan Dion. Anak-anak tertawa. Tapi tak semua tersentuh. Beberapa pengunjung mula

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD