Bab 37

1555 Words

Kabar Buruk dari Rumah Lia Minggu pagi, ketika Rafael baru saja pulang dari Bandung dan belum sempat membuka koper, ponselnya berdering. Nama Saras terpampang di layar. “Raf, kamu di mana?” suaranya tergesa, nyaris panik. “Baru sampai Jakarta. Kenapa?” “Ada masalah... Damar—dia kabur dari rumah sejak semalam.” Rafael membeku. “Apa?!” “Kami baru tahu tadi pagi. Anak-anak yang satu kamar sama dia pikir dia cuma buang sampah atau ke kamar mandi. Tapi ternyata... dia ninggalin surat.” Suara Saras tercekat. “Dia nulis... dia gak tahan lagi jadi bahan ejekan di sekolah karena statusnya. Dan—dan dia bilang dia mau cari ayah kandungnya.” Rafael tak berpikir panjang. “Tunggu aku satu jam. Aku langsung ke sana.” ** Surat Kecil yang Mengiris Setibanya di Rumah Lia, Rafael langsung disam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD