Satu Bulan Setelah Vonis Sudah sebulan Rafael berada di dalam penjara. Lapas Kelas I Salemba menjadi rumah sementaranya. Dinding-dinding lembap, aroma logam dari jeruji, dan suara langkah petugas tiap pagi menjadi bagian dari rutinitasnya kini. Tapi berbeda dengan para narapidana lain, Rafael menjalani hari-harinya dengan cara berbeda. Ia tak menghindari tatapan. Ia tak menyendiri. Ia justru mencari. Mencari orang-orang yang tersesat seperti dirinya dulu. Dan setiap malam, setelah jam sel mengunci, Rafael menulis. Ia menulis banyak surat—untuk anak-anak di Rumah Lia, untuk Toni, untuk Bu Ratna, bahkan untuk Lia. Tapi kali ini, bukan surat penyesalan. Melainkan surat kehidupan. ** Ruang Baca Narapidana Setelah dua minggu membimbing kelas literasi kecil di dalam lapas, Rafael mendap

