Pagi Setelah Ledakan Rafael terbangun dengan nyeri di sekujur tubuhnya. Balutan luka di punggung dan lengan masih terasa panas. Tapi pikirannya sudah tidak lagi di ranjang. Ia sudah menyusun rencana—rencana yang tidak melibatkan darah, tapi keadilan. Ia tidak lagi akan bermain kucing-kucingan di jalanan. Sudah saatnya ia berperang dengan terang. “Mulai hari ini,” ucap Rafael pelan pada dirinya di depan cermin, “aku akan menyeret Hugo ke pengadilan. Dan aku akan bersumpah di bawah hukum. Aku akan jatuh, kalau memang harus. Tapi aku akan tarik dia jatuh bersama.” ** Konsultasi Rahasia Rafael menemui seorang pengacara senior, Bu Ratna, yang dikenal sebagai jaksa idealis dan kini pensiun menjadi penasihat hukum publik. Wanita tua berambut perak itu menatap Rafael dengan penuh selidik.

