Bab 66

1248 Words

Surat dari Nusakambangan Tiga hari setelah gelaran Ruang Ampun Nasional, Reyhan menerima sebuah surat yang datang lewat jalur khusus dari Lapas Kelas I Nusakambangan. Amplopnya kusam, bercap merah, dan ditandai sebagai “pribadi.” Reyhan membukanya perlahan. Tulisan tangannya goyah, tetapi tegas: --- Untuk Reyhan Lia Al-Hakim, Aku melihatmu di televisi. Bukan sebagai putra Rafael, tapi sebagai lelaki yang memilih jalan berbeda. Namaku Bima Guntoro. Aku bukan siapa-siapa dalam ceritamu. Tapi aku… adalah musuh ayahmu. Aku pernah satu sel dengan Rafael. Dan aku tahu hal yang bahkan ibumu sendiri tak pernah diberi tahu: Rafael bukan nama asli ayahmu. Dan kau... bukan Reyhan. Jika kau ingin tahu kebenaran yang sesungguhnya, datanglah padaku. Aku tak punya waktu lama. Tapi aku tak mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD