Ch-29

1450 Words

Dinda duduk dengan wajah tegang di depan Bagas. Pria itu mengangkat sendok dan mulai menyendok nasi goreng di depannya. Dinda masih terus mengamati dengan wajah antara tegang dan juga penasaran. Ia menanti-nanti komentar dari Bagas tentang masakannya. "Gimana, Mas?" Bagas mangguk-mangguk. " Not bad!" Dinda menyandarkan punggungnya di kursi dengan perasaan lega. Setelah drama bumbu kurang terasa serta rasa yang kurang pedas, akhirnya Bagas tak menyuruhnya memasak ulang untuk ketiga kalinya. "Mas mau minum apa?" "Air mineral," jawab Bagas singkat. Dinda mengambil teko dan gelas untuk Bagas. Setelah menuangkan air minum untuknya, Dinda melepas apron. "Mau kemana?" tanya Bagas. "Aku--sudah boleh pergi kan? Memangnya ada lagi yang Mas inginkan selain nasi goreng?" tanya Dinda. "Ada."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD