"Dah Kak Dinda!! Nanti siang jemput Kev, ya!!" "Oke, Sayang!!" Dinda membalas lambaian Kevin. Setelah bocah laki-laki itu memasuki ruangan, Dinda berbalik untuk menuju halte. Pagi ini Dinda meminta pak Mamat untuk pulang duluan. Dinda memang berniat pergi berbelanja beberapa perkakas rumah sebab mulai hari ini dirinya sudah tinggal di rumah barunya. Rumah hasil pembagian harta gono gini selama menikah dengan Aryo itu sudah dilengkapi dengan pengamanan ekstra. Gerbang besi kokoh, CCTV di berbagai sudut, serta alarm keamanan. Inggrit juga meminta nomor satpam kompleks supaya bisa langsung menghubungi jika terjadi sesuatu. Dinda duduk di halte. Ia sengaja memilih naik bus. Sudah lama Dinda tak merasakan situasi di kendaraan umum. Tak masalah jika harus terjebak macet, sebab ia pun tidak

