Langkah setengah berlari Diani, membuatnya hampir saja terjerembab. Tak ada yang lain di otaknya selain sampai secepat mungkin di kamar rawat Kakaknya. Tak peduli bagaimana penampilannya kini, ia terus saja berjalan dengan langkah lebarnya. Klak! Setelah ia membuka ruang rawat inap kakaknya. Ia melihat Riani sedang memuntahkan isi perutnya dibantu Grace yang dengan telaten memegang tempat sampah dan memijat tengkuk Riani. Tak lama setelahnya, Riani meminum air putih dan memejamkan matanya. “Di, ikut gue ke station depan ya,” ucap Grace setelah membantu menyelimuti Riani. Diani hanya menganggukkan kepalanya. Setelah Grace menjauh barulah Diani mendekat ke ranjang Riani. ia mengusap kening Riani yang dipenuhi dengan peluh. Setelah beberapa saat memandangi wajah Kakaknya, Diani keluar da

