Bab 35

1068 Words

35 Malam bergerak kian larut. Suasana kediaman keluarga Saad sudah sepi. Semua orang telah memasuki kamar masing-masing untuk beristirahat. Demikian pula dengan Tanti dan Farzan. Kendatipun Tanti memprotes, pria bermata sendu itu tetap kukuh untuk tidur di kasur yang sama. Dengan santainya Farzan merebahkan diri di tengah-tengah tempat tidur, lalu merentangkan kedua tangannya di atas bantal. Lelaki berkaus hitam itu sedapat mungkin mempertahankan ekspresi serius di wajahnya. Padahal sebenarnya Farzan ingin terbahak, kala menyaksikan Tanti mengomel sambil membereskan sofa di dekat jendela. Farzan membiarkan Tanti tidur di sana. Dia tidak mau gegabah dalam bertindak yang akan menyebabkan Tanti kembali meradang dan menjauh. Pria berkumis tipis itu teringat perbincangannya dengan Saad,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD