18. Sia-sia

1769 Words

Kelip bintang kian bersinar terang. Langit gelap menjadikan mereka kian gemerlap. Embusan angin semilir merayap di kulit. Memberikan sensasi dingin dan juga menyejukkan. Priska beberapa kali menggosok tangannya pelan. Kemudian ia menyembuhkan napas ke arah tangannya berharap rasa hangat bisa ia rasakan segera. Ia menoleh ke sana-sini. Melihat keindahan malam dengan taburan bintang yang bersinar. Pendar cahaya lampu terlihat harmoni dengan jajaran hiasan yang terpasang di beberapa sudutnya. Priska tersenyum senang, keindahan malam ini meredam rasa kesal dan resahnya akibat judul skripsi yang belum selesai jua ia kerjakan. Sajian yang mereka pesan pun datang. Seorang pria muda dengan rambut sedikit gondrong meletakkan pesanan itu di meja mereka. Ia tersenyum ramah, dengan mulut yang terus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD