“Priska! Mana video yang kamu katakan. Diska lepas ini tidak ada isinya. Kamu bercanda dengan saya? Berani sekali kamu!” bentak Damar padanya. Tentu saja dia harus membuat alasan yang jelas. Agar tidak terlihat ia sedang mencemaskan gadis itu. Tapi, dia bisa melindunginya dengan cara itu. Pria lain yang ada di sana hanya melihat tanpa berkomentar. Satu alisnya naik ke atas. Wajahnya memang terlihat sedang curiga. Priska hampir saja jatuh ke tanah. Melihat ada sosok Damar ada di depannya. Ia merasa tertolong dengan kedatangannya. Walau dengan cara dibentak oleh dosennya itu. Setidaknya, dia merasa aman sekarang. Ada orang lain yang bersama dengannya. “Ma-maaf Pak,” ucapnya. Dia tidak bisa membela diri atau membuat pernyataan lain. Padahal ia sangat yakin kalau video itu ada di dalam dis

