“Tuan Leo, apakah bisa anda membelikan saya buah nanti sore?” seru Jeana. Dia mencoba menelepon lelaki itu. “Jeana, aku sibuk, aku tidak punya urusan denganmu!” ujar Leo tegas. “Hmm,” desah Jeana lelah. “Aku sangat ingin memakan buah dan manisan,” sahut Jeana lagi. Dia membaringkan tubuhnya di sofa dan memijit pelipisnya. Tubuhnya lelah dan dia sangat ingin memakan manisan hari ini. “Apakah kamu lagi hamil. Ah?” “Jika bukan karena hamil, jangan meminta yang lain!” bentak Leo. “Tidak tuan, tapi…” kata-kata Jeana mengambang di udara. “Jangan mengangguku Jeana Brokas!” potong Leo. Dia lalu mematikan ponselnya. “Hmm,” Jeana menghela nafas panjang. Seharusnya lelaki itu mau jika istrinya meminta sesuatu. Jeana membersihkan tubuhnya lalu menganti pakaian. Dia akan ke

