Jeana merebahkan tubuhnya. Kepalanya serasa berat tetapi mualnya sudah berkurang. Dia mencoba mencari hiburan melalui ponsel pintarnya. Banyak hal yang harus dilakukan sekarang agar tidak gila kerena Leo. Sebuah foto terpampang nyata dihadapannya. Alfin mengambil gambar di sebuah taman dan sedang bergandengan tangan dengan seorang perempuan bersyal pink. Alfin terlihat bahagia bahkan lebih bahagia sekarang. Air mata membanjiri mata Jeana tiba-tiba. Dia menyekanya dengan cepat dan segera memblokir semua yang berkaitan dengan Alfin. Lelaki itu adalah buaya kelas kakap. Hatinya sakit, sesak membelengu dadanya. “Kenapa menangis?” “Aku lapar, makanya aku turun lagi,” ucap Leo segera sambil mengelus perutnya. “Apa karena aku membentakmu lagi. Hatimu terlalu lembek Jeana Brokas!”

