Taman Kota merupakan salah satu tempat yang cocok dikunjungi saat pikiran sedang kacau. Begitu juga dengan Ara. Membiarkan rambutnya bergoyang tertiup angin. Sengaja hanya memakai cardigan tipis ketika cuaca sedang kurang bersahabat. Walaupun tubuhnya menggigil, dia nerasa enggan untuk pulang dulu. Rasanya pengap sekali berada di Apartemen. Dia butuh tempat yang luas. Ara butuh tempat untuk bernafas. Setiap satu tarikan nafasnya, selalu saja muncul bayangan-bayangan penyesalan. Jadi, untuk mengalihkan perhatiannya setiap kali menarik nafas. Dia memilih duduk sejenak sembari menatap hamparan taman beserta kendaraan yang berlalu lalang. Sunset kali ini lebih indah dari biasanya. Mungkin karena Ara menikmati sunset bukan di Apartemen atau kampusnya. Biasanya dia melihat langit senja tertut

