Seven - Affection

1907 Words

Ara berjalan menghampiri Aldric yang tengah duduk sendirian. Menyeruput espresso hangat sambil menatap serius layar ponselnya. Sepertinya lelaki itu tengah bermain game online. Terbukti dengan jarinya yang bergerak dengan semangat. Ara tiba dihadapan Aldric. Kemudian duduk dan meletakan tasnya dikursi sebelah. "Aldric, aku disini, kamu tau tidak?" Aldric terkejut.  Kemudian tersenyum menatap Ara. "Kapan kamu datang?" Ara menghela nafasnya. "Kamu sedang apa, sih? Sibuk sekali." Aldric mengangkat layar ponselnya. Ara dapat melihat game yang sedang berjalan. Wanita itu menggeleng. Game adalah prioritas untuk semua laki-laki dimanapun berada. Tak perduli pada umur, game adalah sebagian dari hidup. "Aku mau memesan minuman dulu." Ara berdiri mengambil dompetnya yang ada ditas. Kemudian berja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD