Bab 8 Pelipur Rindu

1086 Words

Dafa terbangun di tengah malam. Karena harus, dia berlalu ke dapur ingin mengambil air minum. Rumah sudah sepi, sepertinya semua sudah tertidur, pikir Dafa. Lalu Dafa terdiam di ruang makan sambil menghabiskan minumnya. Dia berencana akan ke kantor Sita besok. Membawa celengan kotaknya dan membawa buket bunga yang akan dia beli di toko bunga langganannya. Tak sabar rasanya. Besok paginya, semua sudah berkumpul di meja makan. "Raisya, wisudamu dua hari lagi ya? Semua sudah dipersiapkan?" Danu bertanya pada anak sulungnya. "Ya dua hari lagi Pa, sudah siap semua." Jawab Raisya. "Sandi, kamu lagi libur semester ya? Jadi bisa ikut mengantar kakakmu wisuda. Ini adalah momen penting, kita semua harus hadir." Pinta Danu. "Iya libur Pa, Sandi pasti hadir, hehe." "Kamu udah ngukur jas ke but

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD