Sudah seminggu semenjak pertemuannya dengan Fara. Dan sejak saat itu, Prilly sering murung dan banyak menghabiskan waktunya di butik. Dia juga jarang makan kalo tidak dipaksa Siera. Dan pagi ini, Prilly terbangun di butiknya. Dia tertidur di sana. "Prilly, kamu tidur di butik?" Tanya Siera sambil memapahnya. Prilly terlihat lemas. "Kamu kelihatan lemas. Kita ke dokter aza." Ajak Siera cemas. "Ga usah. Bawain minum aza." Pinta Prilly. Gegas Siera menuju dapur untuk membawakan Prilly minum. Tak lupa dia mengirim pesan pada Jason. "Prilly semalam tidur di kantor, kupikir dia pulang. Dan sekarang, mukanya pucat, sepertinya dia harus dibawa ke dokter." Setelah itu, Siera memberikan gelasnya pada Prilly. Dia meminumnya sampai tandas. "Kamu kenapa menyiksa diri seperti ini?" Tanya Siera.

