08. Rain in the Sky. Tears in my Eyes

1194 Words

“Luka pengkhianatan itu lebih membekas dibandingkan goresan sebuah pisau.” ---- Hari kedua Vanila tidak masuk sekolah. Menjadi gadis lemah bukan keinginannya. Namun, apalah daya, sakitnya dikhianati orang yang dicintai itu rasanya sangat menyakitkan. Setegar-tegarnya seorang Vanila, pasti runtuh juga. Ia belum bisa di temui oleh teman-temannya. Bahkan, ia masih bungkam pada ibunya sendiri. Saat Resti bertanya, ia hanya berkata agak demam dan flu karena terkena hujan. Itu saja. Dua ratus enam puluh panggilan tak terjawab dari nomor yang sama. Evan Fernando. Vanila hanya menatap nanar ponselnya yang sudah hampir mati. Hanya tiga persen baterai yang tersisa, tapi ia malas untuk sekedar mencharger ponselnya. Akan ia biarkan mati saja. Air matanya jatuh lagi tanpa di komando. Ia menghapusn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD