Sebuah ketukan menginterupsi pergulatan keduanya. Nicholas masih berusaha mengabaikan suara dari luar tapi Kimberlie takut ada sesuatu yang penting. “Nicho, Will mencari kita,” ucap Kimberlie. “s**t!” umpat Nicholas kelas. Ia segera mengambil jubah mandi dan Kimberlie segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Malu bercampu aduk dengan perasaan bahagia membuat Kimberlie senyum-senyum sendiri di bawah pancuran shower. Wajah kesal Nicholas sepanjang malam tidak bisa ditutupinya walau ia berusaha untuk terlihat biasa saja. Tapi, setiap kali tidak sengaja melirik ke arah Will duduk, Nicho selalu saja mendengus kesal. Kalau saja tadi Will tidak menginterupsi dengan ketukan pintu yang menjengkelkan, sekarang Nicho san Kimberlie pasti sudah berbuat lebih seperti yang pernah dibayangka

