Malam disaat Kimberlie tengah disibukan dengan angka-angka pembukuan keuangan perusahaan Cale Company. Nicholas juga tengah disibukkan dengan rencana mengamankan posisinya sebagai calon CEO. Yaitu, memperluas pembangunan The Green Mountion area The Bolton. Proyek pembangunan rumah mewah yang saat ini tengah dihambat secara sengaja oleh Marvin. “Malam, Tuan Nicho.” Hubert salah satu ketua tim pengacaranya datang segera berjabat tangan dengan Nicholas. “Malam.” Nicho lalu duduk di hadapan Hubert, Edo dan Francis tanpa berniat untuk basa basi. “Aku, saat ini tengah berada di situasi yang cukup genting. Aku, berharap kerjasama dari kalian bertiga. Untuk mendampingi Tuan Tanah, siapa namanya?” tanya Nicholas. “Tuan Benneth. Tuan Argust Benneth. Beliau, sudah bersedia untuk kami dampingi Tua

