Kimberlie berlari dengan linangan air mata, bukan tidak suka dicium oleh suaminya sendiri. Tapi, bagaimana sih rasanya dicium oleh pria yang mencintai orang lain? Walau sangat menginginkannya dan begitu mendamba tapi tetap saja ‘hancur’. Kimberlie berlari menuju keruangan pribadinya menggunakan tangga darurat agar tidak menjadi pusat perhatian banyak orang. Mengapa begitu banyak drama yang di lalui oleh Kimberlie hari ini. “Ada apa Nona Kim?” Mathew datang dengan membawa sapu tangan dan memberikannya kepada Kimberlie. Tahun segini, ternyata masih ada menyimpan sapu tangan di saku kemejanya, perlakuan klasik yang manis. “Aku tidak apa-apa Mathew, apakah kau sudah memakan nasi goreng buatanku?” Kimberlie segera menyeka air matanya dan mencuci wajahnya di wastafel ruangan tersebut. Tidak lu

