Loving You | 7

4191 Words

Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi tapi Clara belum juga menunjukkan batang hidungnya di kantor. Sejak tadi, Jevan tak henti-hentinya melihat ke arah pintu ruangan tiap kali mendengar suara langkah kaki yang menderap masuk ke dalam. Namun sayangnya sejak tadi bukan Clara yang ia lihat melainkan rekan kerja lainnya. Sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi Jevan menoleh ke arah kursi yang kosong di sampingnya, biasanya kursi tersebut diisi oleh si empunya. Di kursi itu biasanya ia melihat Clara yang nampak serius menatap ke layar komputer, menggerutu sebal saat ada pekerjaan yang salah, bibirnya yang berkomat-kamit mengikuti alunan lagu yang selalu saja ia putar di komputernya—walaupun sebenarnya hal itu sangat dilarang oleh bu bos. Tapi sayangnya hari ini Jevan tak bisa melihat pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD