Dave masih duduk di sisi brangkar Agneta yang masih terlelap dengan wajah pucatnya. Kondisinya jauh dari kata baik-baik saja. Ia meraih tangan Agneta dan menggenggamnya, entah apa yang sedang ia pikirkan tetapi tatapannya menyiratkan sesuatu yang menyakitkan. Dave mengecup tangan Agneta yang terasa hangat. “Aku akan pastikan berhasil mengambil Regan dari wanita itu Agneta. Aku akan pastikan!” gumamnya penuh tekad. Dave beranjak keluar dari ruangan inap Agneta dan ia menghentikan langkahnya saat ia melihat Aiden sedang berjalan di lorong rumah sakit menghampirinya dengan tatapan permusuhan. Dave masih berdiri dengan tenang tanpa terpengaruh oleh Aiden. “Dimana Agneta?” pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Aiden. “Di

