“Kalau begitu tinggalkan Aiden, dan menikahlah denganku!” Deg Agneta membelalak lebar mendengar ucapan Dave barusan, ia masih berusaha mencerna ucapan Dave barusan. “Kau sungguh iblis yang licik!” umpat Agneta membuat Dave terkekeh renyah. “Kau sangat memahamiku, Neta.” Dave beranjak masih dengan kekehan menyeramkannya dan beranjak keluar ruangan meninggalkan Agneta yang menatapnya penuh kebencian dan mengepalkan kedua tangannya. *** Aiden masih berdiri dengan sabar di depan rumah kontrakan Agneta, siang sudah berganti malam dan Agneta masih belum pulang, nomornyapun tak dapat di hubungi sejak siang membuat Aiden kehilangan jejak dan memilih menunggu Agneta di kontrakannya. Tak lama sebuah mobil berhenti di

