13

1346 Words

    Agneta baru saja menginjakkan kakinya di lobby kantor. Ia tetap memaksakan diri untuk masuk kerja, walau kejadian kemarin malam terus menghantuinya. Mimpi buruk itu kembali datang dan menghantuinya. Entah bagaimana, Devil itu dengan mudahnya meruntuhkan pertahanan Agneta membuatnya kembali tersiksa karena kepingan kenangan itu. Kenangan yang menyakitkan sekaligus memalukan. Di dalam dirinya ia membenci kenangan itu, kenangan yang membuatnya hancur dan terpuruk, tetapi ia juga tak bisa menepis kenyataan kalau di sisi lain hatinya merindukan pria itu. Pria dengan dua kepribadiannya.                    Lamunannya terusik saat mendengar suara ribut beberapa orang di sekitarnya. Ia menoleh ke belakangnya dan tatapannya langsung beradu dengan sosok yang ingin ia hindari. Davero tampak ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD