Dee duduk di sofa ruang tamu Hendrick dengan wajah bersungut-sungut, sementara Hendrick merapikam sajadah dan mukena yang baru saja mereka gunakan untuk sholat Ashar. Setelah semuanya rapi, buru-buru dia menghampiri kekasihnya yang tengah merajuk. "Honey, jangan marah dong.... Maaf, aku tahu kamu lelah, tapi kan waktunya sholar Ashar," dalih Hendrick setengah berbohong, karena tak mungkin dia bilang alasan sesungguhnya kenapa dia mengganggu tidur Dee. "Bukannya selama ini mas selalu ngebiarin aku tidur dulu, setelah dirasa lelahku hilang, mas baru bangunin aku?" marah Dee, dia benar-benar kesal. "Kan sudah tidur sebentar, honey," bujuk Hendrick sabar. "Belum ada 20 menit, mas. Mas tahu sendiri kan kalau aku kecapaian?" omel Dee yang semakin kesal. "Aku minta maaf ya, sayang..." Hendri

