Bab 31 Elena mengunyah makanannya dengan perasaan nano-nano bayangkan saja setiap kepala yang ada di sana pasti tengah memikirkan dan menilai dirinya dengan pikiran yang berbeda. Terutama Dewi, mami Davi, pastilah punya pikiran dan anggapan spesial untuk Elena. Apa lagi kesan pertama saat mereka bertemu beberapa tahun yang lalu tidaklah baik. Walaupun Elena sudah berusaha ikhlas dan melupakannya tapi perasaan takut itu masih ada. Di tambah sikap Dewi yang seolah enggan untuk sekedar berbasa basi, senyum kek, balas ucapan salamnya kek, ini mah boro-boro, malah diem-dieman bae. Enggak mungkin 'kan Elena menjerat anaknya terus menjadikan dia anak durhaka sama Eumak nya? Gak ada dalam kamus Elena. Walaupun Elena tidak di besarkan dalam lingkup keluarga yang religius, tapi dia juga mengerti

