#17

1168 Words

TUJUH BELAS   Elang tersenyum tipis dan semakin mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Amira.             Cowok itu dan Amira sedang duduk di salah satu bangku panjang berwarna cokelat yang berada di sekitar pesisir pantai. Elang menghirup dalam-dalam aroma laut dan memejamkan kedua mata. Kepala cowok itu disandarkan di bahu Amira, membuat Amira menjadi salah tingkah.             “Kenapa gue mendapat kesan kalau lo lagi gugup, ya?” tanya Elang lembut.             Amira tentu saja tidak bisa menjawab. Selain karena debaran jantungnya yang meliar, yang menyebabkan dirinya tidak bisa bersuara, cewek itu juga tidak bisa menemukan jawaban yang pas. Bahwa kegugupannya saat ini karena keberadaan Elang di sisinya. Juga karena pengakuan cintanya beberapa menit yang lalu.             Gue

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD