Amira membuka kedua matanya. Cewek itu mengucek mata dan menatap sekitar. Kamarnya hanya diterangi oleh lampu kecil yang berada di atas meja di samping ranjang. Di luar jendela pun, terlihat gelap. Apakah sudah malam? Lantas, Amira mengambil ponselnya yang dia lihat ada di dekat lampu dan mengerutkan kening ketika melihat layarnya menunjukkan angka tujuh malam. “Jam tujuh malam? Gue tidur selama ini?” gumamnya pada diri sendiri. Dia ingat bahwa dia tadi pagi pergi ke dokter bersama dengan Elang dan Brian. Lalu, Amira juga bertemu dengan Alfar di sana. Ketika sampai di rumah, dia ingat dia dipaksa makan oleh pacar dan sahabatnya, meminum obat, lalu terlelap. Dan sekarang, hari sudah berganti malam. Apakah tadi siang dia tidak minum obat? “Mungkin obatnya cuma dua k

