“Jahat. Kamu sangat jahat, Do. Aku nggak pernah menyaangka kamu bisa melukaiku sedalam ini.” Airin terisak sendiri. Gadis itu terus berlari menjauh, memilih pergi dari tempat yang membuat dirinya terasa sesak. Tak peduli dengan pandangan tiap orang yang berpapasan dengan dirinya, gadis itu terus saja melangkah cepat, menerobos kerumunan orang di sepanjang trotoar dengan air mata yang tak henti berderai. Hingga akhirnya sampai di taman kota dan gadis itu jatuh ke atas rerumputan. Saat tidak sengaja kakinya tersandung akar pohon. Tubuhnya terjungkal dan jatuh terjerembap di atas rumput hijau. Kakinya terasa sakit, mungkin terkilir tapi gadis itu tetap berusaha berdiri dan melanjutkan langkahnya. Mengabaikan rasa sakit di kaki yang mungkin tidak ada apa-apanya dibanding luka hati yang ia

