Pulanglah saat kau tak menemukan rasa yang kau cari karena aku di sini akan menjadi apapun yang kau ingini Binar menundukkan wajahnya. Menatap jemarinya yang saling bertautan di atas pangkuannya. Entah kenapa ia tak bisa menatap wajah Arlan yang duduk di depannya. Pertemuannya dengan Arlan sama sekali tak ada dalam pikiran Binar. "Se---semua perlengkapan kantormu masih aku simpan di dalam ruang kerja. Kamu bisa mengambilnya kapan saja kamu mau!" ucap Binar lirih tanpa mengangkat kepalanya. "Kamu pikir aku datang untuk mengambil barang-barang itu?" tanya Arlan. Binar masih saja menunduk. "Aku tidak memerlukannya lagi, buang saja kalau kau mau!" Binar mengangguk sekali dan matanya menatap jemari tangannya yang masih bertautan. "Baiklah!" Arlan sedikit kecewa dengan perubahan sikap Bin

