Mario melihat Binar berjalan sambil membawa sebuket mawar merah dan sekotak makanan. Mata Mario akhirnya beradu pandang dengan Binar. "Dari siapa, Bin?" tanya Mario. Ia menebak jika kiriman itu dari Arlan tapi ia ingin memastikan. "Dari Arlan," jawab Binar pelan. Mario terdiam. Binar ikut terdiam. Sampai akhirnya Mario beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Binar. "Kamu suka?" Binar tak menjawab dan memilih menatap bunga di dalam dekapannya. Mario mengangguk dan ia mulai menyimpulkan satu hal. "Oke. Aku paham. Kamu masih cinta sama dia!" "Tunggu, Mar!" cegah Binar saat Mario melangkah hendak meninggalkan rumahnya. "Aku bener-bener gak tau kalo selama ini Arlan yang ngirim ini semuanya. Aku kira semua bunga dan makanan ini dari kamu!" Mario terkekeh pelan lalu memutar tubuhnya

