Virza tertawa menangkap tingkah lucu yang Kang Asep tunjukkan. Sepertinya ia menyadari sesuatu yang tidak aku mengerti. Mungkin saja ia sudah bisa menebak isi kepala lelaki tua itu, melalui sorot mata yang menatapku penuh curiga. “Bukan Papa yang mengangkat anak, Kang. Tapi aku menemukan adikku ini di jalan,” Virza menguraikan sembari berkacak pinggang dan tertawa. “Di jalan?” Kening Kang Asep semakin berkerut. “Nona ini tidak terlihat seperti gadis yang ….” Lelaki nelayan itu menatap lekat padaku. “Dia tampak seperti gadis baik-baik,” tuturnya heran. “Hahaha … bukan begitu, Kang. Maksudku, aku menemukan dia pingsan di jalan. Lalu panjang ceritanya, hingga Mamanya Diandra mengangkatku sebagai anak.” Virza mencoba memperjelasnya. “Oalah, begitu rupanya. Akang sempat

